Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Sukses & Arogansi

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal).

Itulah sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya.

Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.

Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.

Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training.

Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, yang tiap hari memberi suatu bagi orang lain.

Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses.


Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka.


Terjebak retorika
Namun, itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.

Jadi, bagaimanakah tipnya agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?

Pertama- Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita selalu. Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.

Kedua- Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi. Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita.

Ketiga- Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.

Keempat- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.
Semoga tulisan ini menginspirasi Anda untuk meraih sukses sejati. Kesuksesan yang membuat Anda tidak arogan. Baiknya kita tutup tulisan ini dengan kalimat kuno yang seringkali sudah kita dengar. “Di atas langit masih ada langit yang lain”.


Penjara Pikiran

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,
“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita

Rabu, 27 Januari 2010

9 Renungan Motivasi

Berikut ini artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)Perenungan Diri:

1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.

2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.

3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”

4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.

5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.

6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.

7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.

8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?


2. BELAJAR DARI KEKALAHAN

“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:- Duduk diam dan tarik nafas panjang- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)- Ambil pelajaran dari kekalahan itu- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur- Hembuskan nafas secepat mungkin- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,sesungguhnya Anda tidak kalah”Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.


3. PELAUT TANGGUH

…(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)Hidup adalah rangkaian masalah.Jika kita melihatnya sebagai masalah.Hidup adalah rangkaian tantangan.Jika kita melihatnya sebagai peluang.Tantangan penting untuk otot pikiran.Tantangan membuat kita bertumbuh.Tantangan membuat kita kreatif.(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.Karena artinya kita memiliki peluang.(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)Ya, sebuah peluang untuk Menang.Pepatah kuno mengatakan:“Lautan yang tenang,tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”Atasilah masalah dengan:Tetaplah tersenyum.Tetaplah bergandengan tangan.Kita hanyalah berbeda, itu saja.


4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES

“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )Perenungan Diri:Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuatotot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)Situasi Indonesia boleh tidak menentu,tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.


5. SIAPA YANG KAYA?

“Siapa yang kaya?Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)Perenungan Diri:Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuatkita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenaisukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan dirisaja bahwa hal ini benar.


6. CHOOSE TO BE HAPPY

…We always have a choiceWe can choose to be happyor we can choose to be grumpyBut It’s always better, smarter and wiserto choose to be happy… (Melody Ross)
Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”


7. SETIA PADA HAL KECIL

Bukan tindakan besar dan hebat,yang menentukan hidup kita,melainkan kesetiaan dalam menekunipekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)Perenungan Diri:Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.Dan, tekad besar untuk menelannya.Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.Karena sang musuh adalah di ego diri.Tapi, mungkin!


8. IMPIAN PERLU UJIAN

(Baca gaya retorik Bung Karno)kala impian membuat kita berbedakala cara pikir kita ditertawakankala senyuman kita disiniskankala warna semangat mulai melunturkala impian membuat hati bias
justru teruslah maju dan berpegangteruslah berpegang pada impian kitabangunlah keyakinan demi keyakinan
bukankah layang-layang terbang tinggikarena melawan arah angin
(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)impian kita hanya perlu diujidiuji untuk membangun keyakinan(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)keyakinan untuk mencapainya


9. TUM SPIRO, SPERO

“Tum Spiro, Spero” artinya:“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.
Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.
Hening membuat bening…Bening membuat jelas…


Krishnamurti


Jumat, 22 Januari 2010

Mengenal Motivasi

Sukses adalah keinginan tiap orang, ada satu hal penting dalam meraihnya, yaitu motivasi. Motivasi dapat membuahkan kedisiplinan, keuletan dan lain-lain. Motivasi adalah merupakan ruh dari jasad pribadi yang ingin sukses. motivasi merupakan suatu penggabungan keinginan dan energi dalam mencapai suatu tujuan.

Dengan keinginan orang tau kemana akan melangkah, dengan energi orang akan dapat menggerakkan apa yang ada padanya untuk mencapai keinginan itu. Motivasi seperti udara bagi kehidupan. Sangat berperan penting bagi jiwa-jiwa yang ingin sukses.

Prinsip motivasi

motivasi merupakan proses psikologis dengan membangkitkan emosional.
motivasi berproses tanpa disadari.
motivasi bersifat individual sehingga cara memotivasi tiap orang bisa berbeda-beda atau juga dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Namun inti dari motivasi itu bersumber dari diri sendiri (motivatornya maupun orang yang dimotivasi).
Motivasi adalah proses sosial, sehingga membutuhkan faktor eksternal

Sumber motivasi:

Motivasi Internal yaitu motivasi dari dalam diri, dari perasaan dan pikiran diri sendiri. Orang yang memiliki motivasi internal, akan memandang dirinya secara positif.
Motivasi eksternal yaitu motivasi dari luar. Contohnya dari bacaan yang memotivasi, lingkungan, dari kehidupan keseharian, dan lain-lain

Tips memotivasi secara internal:

Ciptakan Imbalan. Kalau saya melakukan A maka akan mendapatkan rumah mewah. Dengan
begitu diri kita akan termotivasi untuk melakukan A.
Ambil selalu langkah kecil. Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang besar perlu langkah-langkah kecil.

Ciptakan Kesusahan. Ini adalah kebalikan dari yang pertama. misalnya kalau saya tidak melakukan B maka jabatan tidak naik. Tentu kita akan termotivasi untuk melakukan tindakan B.

Susun Rencana beserta langkah-langkahnya. Dengan memiliki rencana, anda seolah-olah punya alur dan plot menuju tujuan. Secara tidak langsung ini akan memotivasi dalam mencapai tujuan.
Buat penarik ke arah tujuan. Misalkan kita ingin naik haji, cetak MMT dengan ukuran besar gambar ka’bah. Ini hanya contoh saja.
Motivasi dipengaruhi oleh mendesaknya kebutuhan, motivasi juga dipengaruhi oleh adanya anggapan tindakan akan memenuhi suatu kebutuhan.

Dalam memotivasi sangat dilarang untuk meremehkan, mengkritik di depan umum, perhatian yang setengah-setengah, malah memperhatikan diri sendiri, tidak memperdulikan hal-hal kecil. Motivasi juga bisa luntur karena adanya keraguan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan (jika dalam organisasi).

Dari berbagai sumber

sumber resensi.net

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

“Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena matisebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.”– Andrew Ho –

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakanmahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat padapikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut,sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu.Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baikatau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsangkekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yangdipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakantindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, makadiri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakanhingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyakmelakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kitaberhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakanbahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawahsadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiranbawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawahsadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkandiri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yangsangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yangdinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadapobyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawahsadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yangditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entahdigunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niatuntuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawahsadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukanberulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akanmenembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompasemangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidupkita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh oranglain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam.Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-halyang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikankekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapatdideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusunberdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan dimasa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebihdahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akanmenggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikanimpian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karyaspektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisarRomawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thoughtmake of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.”

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalampikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yangberperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehinggatubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnyatidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan.Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai olehpikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepadamanusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya dirikita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalammemvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impianMendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akanimpian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impianseolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipuntindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulahkita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan danakhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktuDambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan,sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat.Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidaksegan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be thebest, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yangterbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensiyang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulangMelakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih seringingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impianitu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudahditerima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkandiri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebihkreatif.
Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapatmelipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yangdiulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akankenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia.Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yangdivisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadarbekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam dirikita pada suatu waktu.*


Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

Peta Impian

Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.

Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.

Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat.
Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di
pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan.
Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu
semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang
cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?

Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon,
dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah
akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian,
sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.

Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian.
Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar
sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti
kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian.
Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya
anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”
==========
Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai, serta tak lupa admin web ini . Semoga peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya. Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.
sumber : resensi.net